Hai semua,
Selasa minggu lalu, aku abis diajak jalan2 sama ma2 + pa2 ke gelanggang samudera.
Senengnya bisa liat lumba2 ;-) atraksinya seru bgt, ada lumba2 sama paus putih. Mereka ternyata pinter loh, bisa berhitung.
aku juga nonton 4 dimensi, aku kaget loh suaranya kenceng bgt.
Trus sorenya aku ngeliat police academi, hebat loh
mobilnya bisa miring2 hehehhe
kapan2 jalan2 lagi ya pa!
06 Juli 2009
Gelanggang Samudera
13 Januari 2009
Keledai Pembawa Garam
Pada suatu hari di musim panas, tampak seekor keledai berjalan di pegunungan. Keledai itu membawa beberapa karung berisi garam di punggungnya. Karung itu sangat berat, sementara matahari bersinar dengan teriknya. "Aduh panas sekali. Sepertinya aku sudah tidak kuat berjalan lagi," kata keledai. Di depan sana, tampak sebuah sungai. "Ah, ada sungai! Lebih baik aku berhenti sebentar," kata keledai dengan gembira.
Tanpa berpikir panjang, ia masuk ke dalam sungai dan byuur! Keledai itu terpeleset dan tercebur. Ia berusaha untuk berdiri kembali, tetapi tidak berhasil. Lama sekali keledai berusaha untuk berdiri. Anehnya, semakin lama berada di dalam air, ia merasakan beban di punggungnya semakin ringan. Akhirnya keledai itu bisa berdiri lagi. "Ya ampun, garamnya habis!" kata tuannya dengan marah. "Oh, maaf! garamnya larut di dalam air ya?" kata keledai.
Beberapa hari kemudian, keledai mendapat tugas lagi untuk membawa garam. Seperti biasa, ia harus berjalan melewati pegunungan bersama tuannya. "Tak lama lagi akan ada sungai di depan sana," kata keledai dalam hati. Ketika berjalan menyeberangi sungai, keledai menjatuhkan dirinya dengan sengaja. Byuuur!. Tentu saja garam yang ada di punggungnya menjadi larut di dalam air. Bebannya menjadi ringan. "Asyik! Jadi ringan!" kata keledai ringan. Namun, mengetahui keledai melakukan hal itu dengan sengaja, tuannya menjadi marah. "Dasar keledai malas!" kata tuannya dengan geram.
Keesokan harinya, keledai mendapat tugas membawa kapas. Sekali lagi, ia berjalan bersama tuannya melewati pegunungan. Ketika sampai di sungai, lagi-lagi keledai menjatuhkan diri dengan sengaja.
Byuuur!. Namun apa yang terjadi? Muatannya menjadi berat sekali. Rupanya kapas itu menyerap air dan menjadi seberat batu. Mau tidak mau, keledai harus terus berjalan dengan beban yang ada di punggungnya. Keledai berjalan sempoyongan di bawah terik matahari sambil membawa beban berat dipunggungnya.
HIKMAH: Berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Karena tindakan yang salah akan menyebabkan kerugian bagi kita.
Sumber:
http://www.e-smartschool.com/cra/002/CRA0020014.asp
10 Januari 2009
Tiup Lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga
Tiup lilinnnya
Kemarin aku ulang tahun. Umurku sekarang 2 tahun. Aku seneeng banget. Ya meskipun cuma dirayain berempat aja sama Papa, Mama, dan Wawa, tapi aku seneng. Kata Papa Mama, tahun lalu aku dirayain lebih besar dari ini. Aku ngundang temen-temen deket rumah. Ada Kak Putri, Abi, Kak Tamoy, dan yang lainnya. Pokoknya banyak deh. Tante-tanteku juga dateng. Ada Tante Hari, Tante Eka, Tante Ani, Tante Citra, Om Sam, dan temen-temen Papa Mama yang lainnya. Keluargaku yang lain juga dateng. Ada Mbah Kakung, Mbah Uti. Trus ada Kakek, Nenek, Kak Diva, Om Kiki. Tahun ini cuma berempat aja. Mungkin Papa Mama ga siap sama budgetnya ya :) Tapi ga apa-apa kok. Aku seneng, karena tahun ini aku udah bisa niup lilin sendiri. Horeee...! Aku juga udah bisa nyanyi Tiup Lilinnya. Liat deh di video yang Papa buat.
Trus tahun ini aku dikasih kado sama Papa Mama. Sama mama, aku dibeliin baju Popeye. Duh senengnya, karena aku emang lagi suka Popeye. Trus sama Papa aku dibeliin Doodle. Itu loh, papan magnet yang buat nulis atau menggambar yang cara menghapusnya tinggal geser tuasnya. Wah senengnya. Tahun ini Mbah Kakung dateng sama Lik Andi. Aku dikasih hadiah mobil-mobilan yang bisa muter-muter sama handphone bohongan. Malemnya Kakek dateng sama Om Kiki dan Kak Diva. Aku dikasih mobil-mobilan yang kecil-kecil yang kayak yang aku suka di rumah Om Kiki. Semuanya ada 8 dengan 8 warna yang berbeda. Aku juga dikasih pedang-pedangan kayak light saber-nya Star Wars. Lucu sekali.
Trus yang bikin Papa Mama seneng, dua minggu sebelum aku ulang tahun, aku udah bisa ucapin huruf L dan huruf K dengan fasih. Sekarang aku udah bisa bilang "buka". Biasanya sih diledekin Papa melulu, abis aku bilangnya "buta", hahaha. Sekarang aku juga udah bisa sebut nama Papa dengan huruf K yang jelas. Tinggal huruf R-nya ya, Pa.
Di ulang tahunku ini aku berharap bisa memenuhi keinginan Papa Mama untuk jadi bintang.
Terima kasih Papa Mama.
08 Januari 2009
Bintang Paling Terang di Rasi Capricorn
Capricorn merupakan zodiak ke sepuluh dari 12 rasi bintang. Rasi ini dilambangkan dengan huruf Unicode ♑. Capricorn termasuk ke dalam 88 konstelasi moderen. Kontelasi Capricorn dikelilingi oleh konstelasi Aquarius, Sagittarius, Microscopium, Piscis Austrinus, dan Aquilla. Semuanya berada di bagian langit yang disebut Laut atau Air, dimana di situ banyak terdapat konstelasi lain yang dekat dengan air seperti Aquarius dan Pisces.
Yang menarik ialah yang berhubungan dengan namaku. Menurut Om Wikipedia, Algiedi adalah nama bintang paling terang di rasi bintang Capricorn. Bintang ini sebenarnya terdiri dari dua bintang yang berdekatan, yakni Prima Giedi (α1-Capriconi) dan Secunda Giedi (α2-Capriconi). Bintang ini bersama dengan Yue (ψ-Capriconi) dan Deneb Al Giedi (δ-Capricorni) membentuk segitiga utama dari Capricorn.
Wah aku jadi belajar astronomi nih. Aku jadi bangga. Berarti aku diharapkan menjadi bintang paling terang di lingkungan orang-orang yang berbintang Capricorn, atau aku diharapkan sebagai anak yang berbintang Capricorn yang bisa menjadi bintang yang paling terang.
Semoga :)
Kata Mama, ketika baru lahir aku belum diberi nama. Setelah beberapa hari dan dengan perdebatan panjang :) akhirnya ada dua nama. Kata Mama lagi, dari kedua nama itu, akulah yang pada akhirnya memilihnya. Hahaha... aneh ya. Gimana cara? Yaa tanya Mama sama Papa aja deh.
04 Januari 2009
Kancil dan Tikus
Di hutan hiduplah dua ekor kancil. Mereka bernama Kanca dan Manggut. Kedua ekor kancil itu bersaudara. Manggut adalah kakak dari Kanca. Sebaliknya, Kanca adalah adik dari Manggut. Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda. Kanca rajin dan baik hati. Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman.
Suatu hari Manggut kelaparan. Tetapi Manggut malas mencari makan. Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca. Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya, Manggut menjawab dicuri tikus.
"Ah, mana mungkin dimakan tikus!" kata Kanca. "Iya, kok! Masa sama kakaknya tidak percaya!" jawab Manggut berbohong.
Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut. Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga. Kanca memanggil tikus ke rumahnya.
"Tikus, apakah kamu mencuri makananku?" tanya Kanca pada tikus. "Ha? Mencuri? Berpikir saja aku belum pernah!" jawab tikus. "Ah, si tikus! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Kanca! Dia pasti berbohong," kata Manggut. "Ya, sudahlah! Tikus, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana. Tadi aku juga mengambil makanan dari sana, kok!" kata Kanca mengakhiri percakapan.
Tikus berjalan ke tepi sungai. Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya tikus tahu kalau Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Manggut cepat-cepat menyeberangi sungai. Ia hendak memasang perangkap tikus agar tikus terperangkap.
Ketika tikus hampir mendekati seberang sungai, tikus melihat perangkap. Tikus yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Manggut. Tiba-tiba tikus mendapat ide. Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai. "Aaa... Manggut, tolong aku...!" teriak tikus. Mendengar itu Manggut segera menolong tikus. Tikus meminta Manggut mengantarkannya ke seberang sungai. Manggut tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai.
Sesampai di seberang sungai tikus meminta Manggut menemani tikus mengambil makanan. Karena Manggut tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap tikus. Manggut menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
HIKMAH:
hidup harus rukun-rukun dan tiak boleh menipu orang lain.
Oleh : Aishah Rumaysa P.
Sumber : http://naila.rad.net.id/detail.aspx?id=C018
01 Januari 2009
SELAMAT TAHUN BARU

Sebetulnya aku nggak tau mau ucapin selamat tahun baru apa, tahun baru hijriyah atau tahun baru masehi. Hihihi. Ya dua-duanya deh.
Semalam aku jalan jalan sama Mama sama Papa sama Wawa juga, keliling-liling Jakarta aja. Waktu tanggal 28 Desember juga jalan malam sih. Itu kan malam tahun baru hijriyah. Waktu itu Papa lucu deh, di jalan teriak-teriak, ”Selamat Tahun Baru!!” Eh semua orang yang di jalan bengong semua. Mungkin mereka pikir tahun barunya masih tiga hari lagi. Padahal maksud Papa kan tahun baru hijriyah. Hihihi. Beda sekali sama waktu semalam. Banyak orang di jalan teriak-teriak, ”Selamat Tahun Baru!!” Padahal tahunnya baru akan jadi baru setelah jam 12 malam, iya kan?
Nah tuh, aku jadi berpikir. Banyak sekali orang yang turun ke jalan merayakan tahun baru masehi ini. Bikin pesta lah, beli terompet lah, kembang api lah. Seru sekali. Tapi koq banyak sekali yang nggak merayakan tahun baru hijriyah ya. Ya tentunya nggak perlu beli terompet atau kembang api. Atau pesta besar-besaran. Aku nggak tau juga harus seperti apa. Mungkin bersyukur atau merenung? Ah, di tahun baru masehi juga mestinya sama aja kan. Apa ya? Aduh, aku bingung nih.
Tapi kata Mama, tahun baru hijriyah yang jatuh tanggal 1 Muharram itu juga sering disebut Lebaran Anak Yatim. Oh kalo begitu nanti kalo aku udah besar aku mau merayakan tahun baru hiriyah ini dengan cara berbagi sama anak-anak yatim. Kata Papa, setiap tahun Nenek selalu merayakan tahun baru hijriyah dengan memberi santunan buat anak yatim. Ah, nanti aku mau kayak Nenek ah.
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430H dan Selamat Tahun Baru Masehi 2009 !!!
28 Desember 2008
Raja dan Tukang Dayung
Pada jaman dahulu kala di negeri Mesir, hiduplah seorang raja yang bernama Raja Bintang. Ia amat adil dan bijaksana. Karenanya ia dijuluki Raja Adil Karunia Allah. Pada suatu hari Sang Raja ingin berjalan-jalan menyusuri sungai ke arah hilir. Ia mengajak dua orang penasihat istana yang bernama Udy dan Anhi. Mereka menaiki perahu yang didayung oleh dua pendayung istana yang amat kuat. Mereka bernama Abdul dan Komar.
Suasana di sekeliling sungai amatlah indah. Angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat Sang Raja dan kedua penasihat istana tertidur. Meskipun juga mengantuk, kedua tukang dayung tidak berani berhenti mendayung, apalagi sampai tertidur. Mereka memperhatikan memperhatikan kedua penasihat istana. Mereka iri kepada kedua penasihat itu.
"Lihat itu, Dul," kata Komar. "Enak sekali Udy dan Anhi. "Ketika Raja tertidur, mereka ikut tidur."
"Iya," sahut Abdul. "Kita tidak bisa berhenti beristirahat karena harus tetap mendayung."
Komar mengangguk. "Padahal dulunya mereka itu teman kita juga. Sama-sama dari kampung. Mereka beruntung. Apa sih hebatnya mereka sehingga mereka diangkat jadi penasihat istana."
"Iya," sahut Abdul lagi. "Padahal lihatlah kita. Badan kita lebih kekar. Kita lebih tegap."
Tanpa sepengetahuan kedua tukang dayung itu, ternyata Sang Raja sudang terbangun sejak tadi dan pura-pura masih tidur ketika mendengar seluruh pembicaraan mereka. Ketika perahu mereka hampir sampai di hilir, terdengar suara ribut dari balik sebuah semak-semak di hutan. Sang Raja menyuruh kedua tukang dayung menepikan perahu. Setelah menepi, Sang Raja memanggil mereka.
"Kohar, Abdul," kata Raja, "coba kalian lihat ada apa ribut-ribut di sana."
Kedua tukang dayung itu mengangguk dan turun untuk memeriksa. Tak beberapa lama mereka kembali dan melaporkan apa yang mereka lihat, "Di balik semak-semak di sana ada anjing betina yang baru saja beranak, Paduka."
"O ya?" Alis Sang Raja terangkat. "Ada berapa anaknya?"
Kedua tukang dayung menggeleng. "Tidak tahu, Paduka," kata Komar.
"Coba kalian lihat sana," titah Sang Raja.
Kedua tukang dayung kembali ke hutan untuk memeriksa. Mereka kemudian kembali untuk memberikan laporan. "Anaknya ada enam, Paduka."
Sang Raja tersenyum. "Pasti lucu sekali," komentarnya. Kemudian Sang Raja bertanya, "Ada berapa anaknya yang jantan dan berapa yang betina?"
Kedua tukang dayung menggeleng untuk kedua kalinya. Kali ini Abdul yang menjawab, "Tidak tahu, Paduka."
"Coba kalian lihat lagi sana," titah Sang Raja.
Kedua tukang dayung kembali ke hutan untuk memeriksa. Mereka kemudian kembali untuk memberikan laporan. "Anaknya empat jantan dan dua betina, Paduka."
Sang Raja tersenyum dan membangunkan kedua penasihat istana. Ia berkata, "Aku mendengar suara ribut dari balik semak-semak di hutan itu. Coba kalian periksa ada apa."
Kedua penasihat istana mengangguk dan turun untuk memeriksa. Tak beberapa lama mereka kembali dan melaporkan apa yang mereka lihat, "Di balik semak-semak di sana ada anjing betina yang baru saja beranak, Paduka," kata Udy, "Anaknya ada enam."
"Anaknya empat jantan dan dua betina," sambung Anhi. "Dua jantan berwarna coklat, satu hitam dan satu putih. Yang betina masing-masing berwarna coklat dan putih."
Sang Raja tersenyum puas. Ia berpaling kepada kedua tukang dayung. "Kalian lihat?" tanyanya. "Sekarang apakah kalian masih bertanya kenapa kalian jadi tukang dayung?"
Kedua tukang dayung menggeleng. Semenjak itu mereka tidak lagi mempertanyakan hal itu dan berusaha untuk bekerja lebih giat.
HIKMAH:
Di dunia dan lingkungan yang baik, apa yang kita peroleh sebanding dengan kemampuan kita.
Diceritakan kembali oleh: Papa :)
22 Desember 2008
Semut dan Kepompong
Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung,kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.
Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut bergumam, "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana." "Menjadi kepompong memang memalukan! Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau," ejek semut kepada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.
Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin dalam. "Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini," keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. "Tolong! tolong," teriak si semut.
"Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?" Si semut terheran mendengar suara itu. Ia memandang ke sekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya. "Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?" "Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?" kata si semut pada kupu-kupu. Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapal ama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. "Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan? Karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi ya?" Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.
HIKMAH:
Sesama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah saling mengejek dan menghina, karena siapa tahu yang dihina lebih baik kedudukannya daripada yang menghina.
Sumber : http://www.e-smartschool.com/cra/002/CRA0020015.asp
Selamat Hari Ibu
Suatu hari seorang ibu meminta tolong kepada anaknya untuk membantu merapikan kamar tidur karena Sang Ibu saat itu sedang sibuk menyiapkan lauk di dapur. Tanpa mengucapkan sepatah kata Si Anak pergi menginggalkan ibunya, beberapa saat kemudian anak itu kembali dan mendapatkan Ibunya masih sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Sang Ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang diberikan oleh Si Anak dan membacanya:
Ongkos membantu Ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung : Rp 20.000
2) Menjaga adik : Rp 20.000
3) Membuang sampah : Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur : Rp 10.000
5) Menyiram bunga : Rp 15.000
6) Menyapu Halaman : Rp 15.000
Jumlah Hutang Ibu : Rp 85.000
Selesai membaca, Sang Ibu tersenyum memandang Si Anak yang raut mukanya berbinar-binar. Sang Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) Ongkos mengandung dirimu selama 9 bulan - GRATIS
2) Ongkos berjaga sepanjang malam ketika kamu sakit -GRATIS
3) Ongkos mengasuh dan merawatmu selamanya - GRATIS
4) Ongkos mendidikmu - GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Cinta Kasih Ibu padamu - GRATIS
Air mata Si Anak berlinang setelah membaca. Si Anak menatap wajah Ibu, memeluknya dan berkata, ”Aku Mencintai Ibu”. Kemudian Si Anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan
HIKMAH:
Hormatilah dan sayangilah Ibu.
Sumber:
http://cerdas.telkom.cc/archives/date/2008/04
19 Desember 2008
What ZAFRI means
In Arabic language, Zafri means "victory", or "my victory". So the first two words in my name, Izar Zafri, would mean "my victory star". Well, maybe my parents want me to be a star of something. Something that will have a victory along my existence. Something that would achive glory. Something that will be a champhion in an event or more. Something like a football club, hehehe. Will I be a football player? I don't know. But hopefully I can be a star wherever I am. Whatever I'll be.
It's kinda wierd thing that my name consists of words from different languages. Basque and Arabic. Not to mention the other part of my name. But I love my name. It's a nice name, isn't it?
When it's about naming, my dad is an expert :)
Ok. I'll be around again if I find anything interesting 'bout any name.
17 Desember 2008
Kera Jadi Raja Hutan
Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu, penghuni hutan rimba jadi gelisah. Mereka tidak mempunyai Raja lagi. Tak berapa lama seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. Pertama yang dicalonkan adalah Macan Tutul, tetapi macan tutul menolak. "Jangan, melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang," ujarnya. "Kalau begitu Badak saja, kau Binatang-binatang menjadi bingung, mereka belum menemukan raja pengganti. Ketika hendak bubar, tiba-tiba kera berteriak, "Manusia saja yang menjadi raja, ia
"Coba kalian semua perhatikan aku, aku mirip dengan manusia bukan? Maka akulah yang cocok menjadi raja," ujar kera. Setelah melalui perundingan, penghuni hutan sepakat Kera menjadi raja yang baru. Setelah diangkat menjadi raja, tingkah laku Kera sama sekali tidak seperti Raja. Kerjanya hanya bermalas-malasan sambil menyantap makanan yang lezat-lezat.
Penghuni binatang menjadi kesal, terutama srigala. Srigala berpikir, "Bagaimana si kera bisamenyamakan dirinya dengan manusia ya? Badannya saja yang sama, tetapi otaknya tidak". Srigala mendapat ide. Suatu hari, ia menghadap kera. "Tuanku, saya menemukan makananyang amat lezat, saya yakin tuanku pasti suka. Saya akan antarkan tuan ke tempat itu," ujar srigala. Tanpa pikir panjang, kera, si Raja yang baru pergi bersama srigala.
Di tengah hutan, teronggok buah-buahan kesukaan kera. Kera yang tamak langsung menyergap buah-buahan itu. Ternyata, si kera langsung terjeblos ke dalam tanah. Makanan yang disergapnya ternyata jebakan yang dibuat manusia. "Tolong! tolong," teriak kera, sambil berjuang keras agar bisa keluar dari perangkap.
"Hahahaha! Tak pernah kubayangkan, seorang raja bisa berlaku bodoh, terjebak dalam perangkap yang dipasang manusia, Raja seperti kera mana bisa melindungi rakyatnya," ujar srigala dan binatang lainnya. Tak berapa lama setelah binatang-binatang meninggalkan kera, seorang pemburu datang ke tempat itu. Melihat ada kera di dalamnya, ia langsung membawa tangkapannya ke rumah.
HIKMAH:
Perlakukanlah teman-teman kita dengan baik, janganlah sombong danbermalas-malasan. Jika kita sombong dan memperlakukan teman-teman semena-mena, nantinya kita akan kehilangan mereka.
Sumber:
http://www.e-smartschool.com/cra/002/CRA0020002.asp
16 Desember 2008
Si Pelit
Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.
Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.
"Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"
"Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"
"Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah.
Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.
"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"
HIKMAH:
Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.
Diambil dari:
http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Si-Pelit-58
23 November 2008
Aduh aku lagi sakit nih
Hai temen2,
aku lagi sakit nih..
badanku panas. Papa sm mama udah bawa aku ke dokter
Kata dokter aku kena gejala radang tenggorokan.
Abis pulang dari dokter badanku masih panas juga, malemnya aku di kompres sama papa.
Paginya baru deh panasnya mulai turun.
Ga enak ya kalo sakit, aku jadi ga mau makan. Pinginnya bo2 terus hehhehe
Do'ain aku ya biar cepet sehat lagi....
21 November 2008
Kerja Di Mana?
Beberapa waktu yang lalu ketika jalan-jalan sama Papa, kami ketemu temennya Papa. Keliatannya temen lama. Setelah salam-salaman, aku diperkenalkan ke Oom itu. "Ini anak gue, namanya Izar." Dan seperti temen-temen Papa dan Mama yang lain, Oom itu memujiku, "Wah ganteng amat. Ga seperti Papanya ya?" Hehehe. Ini bukan narcis loh.
Trus Oom itu tanya ke Papa, "Eh, kerja di mana sekarang? Wah udah jadi Boss ya loe?" Papa cuma senyum aja. "Masih seperti yang dulu," jawabnya.
Aku bingung. Aku masih kecil sih. Belum ngerti banyak. Tapi aku udah diajari mengerti beberapa hal oleh Mama dan Wawa, meskipun sedikit. Aku juga sering liat orang yang kalo ketemu sama temen lamanya, selalu yang ditanya masalah pekerjaan, jabatan, dan seterusnya. Belum pernah ada yang bertanya, "Hai, apa kabar? Sudah punya anak asuh berapa orang sekarang?" :)
Menurut situs Tempo, sesuai data Departemen Sosial, jumlah anak terlantar di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 2.815.393 anak. Jumlah terbanyak di Jawa Timur sebanyak 347.297 anak, Sumatera Utara 333.113 anak, Jawa Barat 246.490 anak, Jawa Tengah 190.320 anak, dan Sumatera Selatan 146.381 anak. Jumlah anak terlantar di DKI Jakarta sebanyak 14.804 anak.
Jumlah itu banyak ya. Sebetulnya itu tanggung jawab siapa sih? Ayo dong. Aku yakin banyak orang kaya di Indonesia. Kenapa ya pada ga coba jadi orangtua asuh? Pasti banyak yang mendoakan kita masuk surga deh. Kata Ustadz Yusuf, semakin banyak kita mengeluarkan uang untuk sedekah, akan semakin banyak tabungan kita di akhirat.
Aku mau bilang Papa ah, supaya jadi orangtua asuh. Kira-kira Papa Mama mampu ga ya? Ah mampu ato ga itu kan tergantung niatnya bukan? Aku ga ngerti sih. Semoga aja banyak yang akan sadar untuk jadi orangtua asuh. Amin.
Cinta Fitri 3 episode 8
Hai, semua!
Aku ternyata ga muncul di Cinta Fitri 3 episode 6, tapi di episode 8. Mungkin pertimbangan oom-oom yang melakukan editing ya. Nah ini aku punya rekaman scene pas aku muncul. Ini direkam sama Papa pake kamera digital langsung dari layar TV, jadi kualitasnya mungkin ga bagus. Ya tapi ga pa pa lah. Buat aku sih ini kenang-kenangan ikut sinetron Cinta Fitri. Duh aku di scene pertama nangis terus ya. Aku waktu itu cari-cari Mama. Aku baru diem pas tante Nuri jatuh. Aku bingung, tante Nuri ngapain jatuh ya. Tadi waktu belum syut kan ga apa-apa :)
Sampai ketemu di sinetron lain ya. Moga-moga nanti aku udah lebih ngerti dan jago akting.
17 November 2008
Sinetron Zahra
Aku jadi inget Kakak Chacha.. Aku main bareng Kak Chacha di Sinetron Zahra. Kak Chacha baiiik banget sama aku. Aku digendong, dikasih es buah. Duh, Kak Chacha sekarang di mana ya? Aku kangen banget. Kalau papasan sama mobil yang mirip mobilnya Kak Chacha, aku inget Kak Chacha. Kak Chacha, kalau baca ini tolong hubungi aku ya. Aku mau kasih Kakak foto kita yang di Studio Persari, waktu Kakak adegan sakit abis kecelakaan. Kakak lucu deh waktu itu bilang kostum Kakak lebih mirip Mak Lampir. Hihihi. Abisnya pake baju panjang, trus pake iket kepala. Untung Kakak ga disuruh bawa tongkat ya Kak. Kalau ketemu Kakak di tempat syuting Zahra, aku ga pernah merasa bete. Abisnya ada kakak yang nemenin.
Mogok Syuting
Maaf ya semuanya...
Hari Sabtu kemarin aku mogok syuting. Abis cape bgt sih. Kelamaan nunggunya.
Hari Jum'at aku disuruh dateng jam 8 malem, masa sampai jam 12 malem belum take juga. Jam setengah satu Oom Adli-nya pergi, dipanggil syuting ke lokasi Team 3. Jadi jadwalku di-cancel deh...
Trus hari sabtunya aku disuruh dateng lagi jam 3 sore, sampai setengah 8 baru dipanggil, cape deh... Terus aku ga mo syuting deh... Papa Mama udah pasrah deh, terserah sutradaranya seandainya pemeran Finza diganti lagi.
Maaf ya kalo aku ga nongol lagi di Cinta Fitri 3... :(
Insya Allah nanti aku bakal ada di sinetron yang lain lagi. Amin.
Waktu hari Jumat aku sempet foto sama yang jadi Kak Yuga. Lihat deh, aku udah ngantuk banget. Trus Sabtunya aku foto sama yang jadi Oma di ruang ganti. Di situ aku juga udah ngantuk banget. Aku ga sempet foto sama Oom Adli karena aku udah keburu ngambek...
O ya, malam ini Cinta Fitri eps 6. Mestinya malam ini aku muncul karena waktu hari Rabu kemarin aku syuting untuk tayang hari ini. Nonton ya!
14 November 2008
Bintang Sinetron
Sementara aku belum bisa jadi bintang kelas (karena belum sekolah), aku mungkin sekarang sedang diberi jalan untuk jadi bintang sinetron ya, hihihi. Dua bulan yang lalu aku main di sinetron Zahra (SCTV). Jadi anaknya Bembi. Ya cuma empat episode aja sih. Tapi lumayan sebagai pengalaman pertamaku. Sekarang aku punya kesempatan untuk main di Cinta Fitri 3, jadi anaknya Keyla (Nuri Maulida). Kemarin aku casting sekalian syut untuk episode ke-6. Nanti malam aku syut untuk episode ke-8. Duh, kasian Papa Mama pasti kecapean lagi nganter aku. Doakan aku ya supaya bisa akting :) Soalnya kemarin aku sempet nangis. Soalnya aku ga tidur-tidur dari pagi. Aku cape. Udah gitu aku belum kenal sama oom dan tante yang ada di sana. Tapi aku seneng ketemu Tante Nuri, Tante Donita, Oom Adly Fairus.
http://forum.detik.com/showthread.php?t=1111&page=50
Udah dulu. Aku mau berangkat syuting. Doakan ya.
Namaku IZAR
Namaku Izar. IZAR merupakan inisial dari nama lengkapku. Izar juga nama dari sebuah bintang pada konstelasi Bootes. Nama bintang ini juga Epsilon Bootes. Izar dalam bahasa Basque juga berarti Bintang. Papa Mama mungkin mengharapkanku menjadi seorang bintang. Entahlah, mungkin bintang kelas, bintang film, atau bintang apapun yang positif. Aku di sini ingin berbagi pengalaman-pengalamanku. Ini posting pertamaku. Ma'acih udah berkunjung ya..

