.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.
Tampilkan postingan dengan label Renunganku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renunganku. Tampilkan semua postingan

01 Januari 2009

SELAMAT TAHUN BARU


Sebetulnya aku nggak tau mau ucapin selamat tahun baru apa, tahun baru hijriyah atau tahun baru masehi. Hihihi. Ya dua-duanya deh.

Semalam aku jalan jalan sama Mama sama Papa sama Wawa juga, keliling-liling Jakarta aja. Waktu tanggal 28 Desember juga jalan malam sih. Itu kan malam tahun baru hijriyah. Waktu itu Papa lucu deh, di jalan teriak-teriak, ”Selamat Tahun Baru!!” Eh semua orang yang di jalan bengong semua. Mungkin mereka pikir tahun barunya masih tiga hari lagi. Padahal maksud Papa kan tahun baru hijriyah. Hihihi. Beda sekali sama waktu semalam. Banyak orang di jalan teriak-teriak, ”Selamat Tahun Baru!!” Padahal tahunnya baru akan jadi baru setelah jam 12 malam, iya kan?

Nah tuh, aku jadi berpikir. Banyak sekali orang yang turun ke jalan merayakan tahun baru masehi ini. Bikin pesta lah, beli terompet lah, kembang api lah. Seru sekali. Tapi koq banyak sekali yang nggak merayakan tahun baru hijriyah ya. Ya tentunya nggak perlu beli terompet atau kembang api. Atau pesta besar-besaran. Aku nggak tau juga harus seperti apa. Mungkin bersyukur atau merenung? Ah, di tahun baru masehi juga mestinya sama aja kan. Apa ya? Aduh, aku bingung nih.

Tapi kata Mama, tahun baru hijriyah yang jatuh tanggal 1 Muharram itu juga sering disebut Lebaran Anak Yatim. Oh kalo begitu nanti kalo aku udah besar aku mau merayakan tahun baru hiriyah ini dengan cara berbagi sama anak-anak yatim. Kata Papa, setiap tahun Nenek selalu merayakan tahun baru hijriyah dengan memberi santunan buat anak yatim. Ah, nanti aku mau kayak Nenek ah.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430H dan Selamat Tahun Baru Masehi 2009 !!!

22 Desember 2008

Selamat Hari Ibu

Suatu hari seorang ibu meminta tolong kepada anaknya untuk membantu merapikan kamar tidur karena Sang Ibu saat itu sedang sibuk menyiapkan lauk di dapur. Tanpa mengucapkan sepatah kata Si Anak pergi menginggalkan ibunya, beberapa saat kemudian anak itu kembali dan mendapatkan Ibunya masih sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Sang Ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang diberikan oleh Si Anak dan membacanya:

Ongkos membantu Ibu:

1) Membantu Pergi Ke Warung : Rp 20.000

2) Menjaga adik : Rp 20.000

3) Membuang sampah : Rp 5.000

4) Membereskan Tempat Tidur : Rp 10.000

5) Menyiram bunga : Rp 15.000

6) Menyapu Halaman : Rp 15.000

Jumlah Hutang Ibu : Rp 85.000

Selesai membaca, Sang Ibu tersenyum memandang Si Anak yang raut mukanya berbinar-binar. Sang Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) Ongkos mengandung dirimu selama 9 bulan - GRATIS

2) Ongkos berjaga sepanjang malam ketika kamu sakit -GRATIS

3) Ongkos mengasuh dan merawatmu selamanya - GRATIS

4) Ongkos mendidikmu - GRATIS

5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu - GRATIS

Jumlah Keseluruhan Cinta Kasih Ibu padamu - GRATIS

Air mata Si Anak berlinang setelah membaca. Si Anak menatap wajah Ibu, memeluknya dan berkata, ”Aku Mencintai Ibu”. Kemudian Si Anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya: ”LUNAS, Telah Dibayar.” dan kemudian menyerahkan pada ibunya.

HIKMAH:
Hormatilah dan sayangilah Ibu.

Sumber:
http://cerdas.telkom.cc/archives/date/2008/04


21 November 2008

Kerja Di Mana?

Beberapa waktu yang lalu ketika jalan-jalan sama Papa, kami ketemu temennya Papa. Keliatannya temen lama. Setelah salam-salaman, aku diperkenalkan ke Oom itu. "Ini anak gue, namanya Izar." Dan seperti temen-temen Papa dan Mama yang lain, Oom itu memujiku, "Wah ganteng amat. Ga seperti Papanya ya?" Hehehe. Ini bukan narcis loh.
Trus Oom itu tanya ke Papa, "Eh, kerja di mana sekarang? Wah udah jadi Boss ya loe?" Papa cuma senyum aja. "Masih seperti yang dulu," jawabnya.
Aku bingung. Aku masih kecil sih. Belum ngerti banyak. Tapi aku udah diajari mengerti beberapa hal oleh Mama dan Wawa, meskipun sedikit. Aku juga sering liat orang yang kalo ketemu sama temen lamanya, selalu yang ditanya masalah pekerjaan, jabatan, dan seterusnya. Belum pernah ada yang bertanya, "Hai, apa kabar? Sudah punya anak asuh berapa orang sekarang?" :)
Menurut situs Tempo, sesuai data Departemen Sosial, jumlah anak terlantar di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 2.815.393 anak. Jumlah terbanyak di Jawa Timur sebanyak 347.297 anak, Sumatera Utara 333.113 anak, Jawa Barat 246.490 anak, Jawa Tengah 190.320 anak, dan Sumatera Selatan 146.381 anak. Jumlah anak terlantar di DKI Jakarta sebanyak 14.804 anak.
Jumlah itu banyak ya. Sebetulnya itu tanggung jawab siapa sih? Ayo dong. Aku yakin banyak orang kaya di Indonesia. Kenapa ya pada ga coba jadi orangtua asuh? Pasti banyak yang mendoakan kita masuk surga deh. Kata Ustadz Yusuf, semakin banyak kita mengeluarkan uang untuk sedekah, akan semakin banyak tabungan kita di akhirat.
Aku mau bilang Papa ah, supaya jadi orangtua asuh. Kira-kira Papa Mama mampu ga ya? Ah mampu ato ga itu kan tergantung niatnya bukan? Aku ga ngerti sih. Semoga aja banyak yang akan sadar untuk jadi orangtua asuh. Amin.